Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Esensi Hijriah Sebagai Tahun Baru Islam

admin August 28, 2019
36 Views

Oleh ; Maisarotil Husna, M.Ag
(Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepri)

Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru Islam 1441 Hijriah, ditandai dengan bertukarnya bulan Dzulhijjah kebulan Muharram. 1Muharram adalah hari pertama dalam kalender Hijriah yang ditetapkan sebagai awal tahun baru Islam dan bulan pertama dalam Penanggalan Hijriah. Muharram artinya “diharamkan atau dipantang” yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Di antara bulan-bulan lainnya, Muharram memiliki keistimewaan dan keutamaan, salah satunya bulan ini dijuluki “Syahrullah atau Bulan Allah” , di mana pada bulan ini Allah SWT menyelamatkan kaum Nabi Musa dari kejaran Fir’aun.

Tahun baru Islam merupakan hari yang bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, karna dikenal sebagai memperingati hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Sejarahnya bermula ketika kebingungan umat Islam pada masa itu menentukan awal tahun, karna zaman sebelum Nabi Muhammad SAW orang Arab tidak menggunakan tahun untuk menandai suatu peristiwa. Akhirnya sejarah kalender Islam pertama kali dibuat atas usulan dari Ali Bin Abi Thalib sebagai awal mula kalender Hijriah dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

Makna Tahun Baru Islam

Awal mula Islam sebagai agama yang berjaya ditandai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari mekkah ke Madinah. Peristiwa hijrah ini merupakan tonggak kebangkitan Islam ketika suasana dan situasi yang tidak kondusif di Mekkah, di mana saat itu kaum yang berhijrah (Muhajirin) sungguh-sungguh rela melakukan suatu perjuangan besar. Mereka rela meninggalkan tanah kelahiran, keluarga, harta benda, dan segala kepentingan duniawi lainnya.

Tahun baru Hijriah ini tentu tidak lepas dari makna Hijrah yang berarti mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan optimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal-hal yang buruk  kepada yang baik. (Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia, dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar kalau mereka mengetahui. (Q.S. Annahal : 41).

Ayat di atas juga menegaskan bahwa hijrah tidak hanya berkaitan dengan peristiwa historis tertentu, tetapi juga semangat memperbaiki diri disertai dengan jihad dan niat yang tulus, dan berani meninggalkan sesuatu yang buruk dan beralih kepada kebaikan, sehingga tahun baru hijriah ini seyogianya  momentum perubahan diri menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan meningalkan yang buruk-buruk. Meskipun di dalam proses berhijrah menghadapi ujian atau tantangan yang cukup berat. Ada yang harus melawan berbagai macam godaan duniawi, ada yang harus jatuh dahulu sebelum bangkit, dan bagi yang tetap beriman di balik semua ujian selalu ada hikmah yang dapat dipetik.

Hal ini senada dengan ungkapan Rais’ Aam pengurus besar Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin yang menyatakan makna hijrah bukan sekedar pindah yang dikaitkan dengan peristiwa pindahnya Nabi Muhammad dan sahabat dari Makkah ke Madinah tapi memiliki makna yang lebih luas yang dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks kehidupan, salah satunya umat Islam saat ini perlu melakukan perpindahan situasi  menjadi lebih kuat dan lebih baik.

Hakikat Hijriah dalam Islam

Tahun baru Islam Hijriah memiliki makna tersendiri bagi umat muslim. Dikala seluruh dunia merayakan tahun baru berdasarkan penanggalan tahun Masehi, umat muslim menyambut tahun baru Islam berdasarkan penanggalan Hijriah . Satu Muharram diperingati oleh kaum muslim sebagai awal tahun baru dan biasanya kaum muslim mengadakan kegiatan perayaan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Selain itu pada bulan Muharram ini juga ada beberapa ibadah Sunah yang bisa dilakukan, misalnya puasa sunah 10 Muharram (‘Asyura) yang memiliki keutamaan dapat menghapus dosa dosa satu tahun yang lalu. Di antara hakikat dari Hijriah adalah sebagai berikut:

Momen Nabi Muhammad SAW Hijrah Pertama

Hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah juga merupakan salah satu arti dari tahun baru Islam. Pristiwa ini menjadi penting karna sebagai salah satu peristiwa lahirnya kejayaan Islam, disaat itulah Islam mengalami perkembangan yang pesat. Hijrah Nabi Muhammad saat itu selain disebabkan beberapa faktor juga karna memperoleh wahyu dari Allah SWT. Hijrah ini juga merupakan semangat  perjuangan tanpa mengenal putus asa serta rasa optimis yang tinggi, dimana saat hijrah Rasullah dan sahabat melawan rasa takut dan sedih karna meninggalkan tanah kelahiran, saudara dan juga harta benda.

Sebagai Memori Emas Sejarah

Dilihat dari segi sejarah kalender Islam pertama kali, tahun baru Islam memiliki arti sebagai momentum pergantian tahun Islam dari tahun ketahun berikutnya. Ketika memasuki tahun baru Islam setiap umat muslim diingatkan dengan memori keemasan sejarah, sehingga setiap tahun semangat dan makna Hijriah menjadi kekuatan untuk mendorong sekaligus merevitalisasi agar semangat ini diharapkan menjadi semangat umat Islam memulai sejarah lebih baik kedepannya.

Sebagai Bukti Maha Kuasa dan Adilnya Allah

Sebagai tahun baru Masehi ditandai pergantian atau permulaan hari yang terjadi di pukul 00:01 dan istimewanya tahun baru Islam dimulai saat matahari terbenam atau munculnya bulan, ini merupakan penyebab Tahun Masehi dinamakan tahun Syamsyiah ( matahari) sedangkan untuk tahun Hijriah atau tahun Islam dinamakan Tahun Qomariah (bulan).

Maha adilnya Allah salah satunya bisa terlihat dengan keadaan geografisnya bumi, misalnya seperti Indonesia, Malasya, dan beberapa Negara Arab yang umat muslimnya mayoritas. Gluktuasi atau masa lamanya puasa hampir setiap tahun tidak banyak memiliki perbedaan dan hal ini tidak terjadi dibelahan bumi lain dimana waktu berpuasa lebih lama atau lebih singkat.

Muhasabah Perubahan Menuju Kebaikan

Menyambut tahun baru Islam seharusnya menjadi momen untuk berkaca pada diri sendiri sekaligus menilai dan menimbang dosa dan kemaksiatan yang telah diperbuat dan amalan apa yang telah dikerjakan, agar tahun mendatang lebih baik dan lebih banyak amalan dan ibadah yang dilakukan untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan.

Satu Muharram sebagai tandal awal memasuki tahun baru Islam Hijriah, untuk menyambutnya umat Islam merayakan sesuai dengan yang sudah dicontohkan oleh Nabi tidak melanggar syariat dan tidak boleh menyerupai orang non muslim dalam menyambut tahun baru Masehi.

Sebagaimana bulan Muharram adalah bulan yang dihormati dan penuh semangat perdamaian, kehadiranya menjadikan berkah untuk alam semesta. Penentuan tahun baru Islam yang bukan berdasarkan kelahiran melainkan berdasarkan peristiwa menjadi bukti bahwa Islam merupakan agama yang bergerak terus maju dan progresif, dari satu peristiwa menuju peristiwa lainya berdasarkan perkembangan zaman dan kebutuhan. Hakikat yang sesungguhnya tahun baru Islam ini adalah  sebagai hijrah menjadi lebih baik,  keimanan dan ketaqwaan yang lebih teguh kepada Allah, sehingga dengan hijrah bisa menciptakan interaksi social yang dinamis dan kondusif mulai dengan menciptakan suasana harmonis dengan sesama.