Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Non PNS itu Seperti Air dalam Pelita

admin October 19, 2019
32 Views

EDITORIAL–Pada kesempatan kali ini penulis memiliki satu pandangan terhadap “Non PNS”. Non PNS itu Seperti Air dalam Pelita. Siapa yang tidak tahu “pelita cangkok”. Pelita Cangkok merupakan pelita yang biasa dipakai oleh masyarakat yang belum memiliki aliran listrik yang dibuat dengan cara tradisional bisanya terbuat dari botol/kaleng bekas. Pelita itulah alat penerangan dikala malam tiba karena waktu itu belum ada listrik bisa jadi sekarang masih ada yang menggunakan pelita sebagai penerangan.

Kisah Pelita Cankok :

Pelita Cangkok yang dibuat dari botol/kaleng bekas yang diberi sumbu dibagian atas ada semacam pipa untuk menyangga sumbu bila dibakar maka yang terbakar sumbu yang berada diluar pipa sedangkan bagian bawah atau dalam pelita terendam minyak, Minyak tanah sebagai bahan bakar.

Pelita cangkok berbeda dengan obor dan strongkeng, meski sama-sama penerangan namun beda kegunaan, Pelita cangkok sebagai penerangan dalam rumah dari sore/gelapnya malam hingga pagi. Obor digunakan pada saat tertentu seperti pawai, berpergian, mencari sesuatu luar rumah sedangkan strongkeng digunakan pada saat ada acara, berkarang dan lainnya.

Ketiganya baik itu pelita, obor dan strongkeng bahan bakarnya minyak tanah tetapi oleh pemilik, air dijadikan alternatif bila terjadi krisis tapi yang bisa dikasih air hanya pelita. Baik itu krisis minyak, krisis tak ada duit buat beli, ada juga lupa kalau stok/ persediaan habis sementara sudah malam.

Bila hal itu terjadi pemilik pelita  menjadikan air sebagai alternatif agar api pelita tetap nyala hingga pagi. Pelita yang diberi air adalah pelita yang didalamnya masih ada minyak namun minyaknya tinggal sedikit dan tidak menyentuh sumbu pelita. Oleh karenanya diisi air dalam pelita tersebut agar minyak terangkat ke atas. Minyak dan air bila dicampur akan terpisah karena masing-masing memiliki masa yang berbeda minyak lebih ringan ketimbang air makanya bila di campur, air di bawah minyak di atas.

Pelita yang sudah diisi air bila apinya mengecil, pemilik pelita akan memperhatikan minyaknya dalam pelita tersebut apakah minyaknya habis atau lainnya. Semakin sedikit minyak maka air yang ditambah semakin banyak. Meski air lebih banyak dari minyak yang diperhatikan terus bukan airnya melainkan minyaknya.

Bila pemilik pelita sudah memiliki minyak yang banyak maka tak segan-segan membuang air yang ada dalam pelita karena dianggap sebagai sumber masalah. Kemudian pelita akan diisi dengan minyak sepenuh-penuhnya hingga tidak ada ruang buat air.

Pemilik pelita hanya mengutamakan minyak dalam hal mempertahankan cahaya dari pelita sebagai penerang dikala gelap malam.

Pegawai bukan PNS atau sering disebut Non PNS sama halnya dengan air dalam pelita karena ada zona dimana pembatas sekaligus pembedaan antara minyak dan air. Akan terjadi pengeseran penambahan dan pengurangan bahkan pembuangan terhadap air. Jadi air yang ada dalam pelita meski awalnya diisi sesuai kebutuhan suatu saat cepat atau lambat akan dibuang.