Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tahun Baru Islam 1441 Hijriah Momentum Hijrah Mindset

admin September 1, 2019
267 Views

Oleh : Unyil

Memperingati pergantian tahun baru islam memang tidak seheboh pergantian tahun baru masehi meski mayoritas penduduk indonesia muslim. Bila kita melihat berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik. Penduduk Indonesia yang memeluk agama islam itu mencapai 87.18 Persen, dan setiap tanggal 1 Muharam diperingati sebagai hari pergantian tahun islam banyak hal yang dilakukan oleh umat islam dalam merayakannya dan tidak asing ditelinga kita setiap pergantian tahun tersebut ada kata hijrah, apa yang dimaksud dengan hijrah?

Hijrah

Kata Hijrah berasal dari bahasa Arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Hijrah/ hij-rah Perpindahan Nabi Muhammad SAW. Bersama sebagian penduduknya dari Mekah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah.

Bila kita melihat Hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Dari Kota Mekah ke Madinah pada tahun 662 Masehi waktu itu dikarenakan untuk menyelamatkan diri dan bisa menyebarkan dakwah. Sisilain masyarakat Madinah sangat terbuka menyambut kedatangan Rasulullah SAW.

Berawal dari peristiwa itu hingga saat ini setiap 1 Muharam kita jadikan sebagai momentum untuk melakukan hijrah, hal yang paling umum kita lakukan adalah refleksi diri atau sering disebut introfeksi diri yang artinya melakukan pengamatan terhadap diri sendiri apakah selama setahun belakangan kita sudah baik apa belum, bila belum maka diharapkan melakukan hijrah, untuk menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Merenung saja tentu tak cukup bila memang perlu dilakukan hijrah maka segera dilakukan tidak hanya pada diri tapi hijrah bisa dilakukan pada sosial ekonomi, lembaga, sistem dan lainnya.

Apa yang akan kita lakukan dengan tahun baru islam 1441 Hijriah kali ini, apa kita masih sebatas mengulas sejarah atau peristiwa semata, merenung diri atau sebatas keinginan untuk hijrah. 1441 merupakan kurun waktu yang sangat lama bila kita ukur dari peristiwa Rasulullah SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah.

Bila kita lihat fenomena yang terjadi saat melakukan hijrah tentu berbeda masa Rasulullah SAW dengan saat ini. Fenomena yang terjadi saat ini dan masa mendatang menekankan pada pola digital, kecerdasan buatan, big data, dan sebagainya. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Makna hijrah dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks kehidupan, hijrah dari satu sistem ke sistem yang lebih baik. Hingga kita perlu melakukan hijrah, terutama hijrah Mindset.

Mindset

Mindset adalah pola pikir atau kebiasaan berpikir. Kebiasaan ini merupakan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga secara otomatis terjadi. Mindset itu awalnya ada yang mengedukasi, atau ada yang menanamkan pada masing-masing individu.

Semua rutinitas yang kita lakukan selama ini memiliki pola, jangan heran bila kita berobat ke rumah sakit pada saat konsultasi ke dokter, dokter bilang bapak/ibu/adek nanti jaga pola makan ia. Maksudnya apa ? apakah selama ini kita makan tidak mengunkan pola makan? tentu tidak, kita mengunakan pola itu tapi tidak di manajemen dengan baik, begitu juga dengan aktivitas lainnya.

Pasti ada yang memprogram pola-pola yang kita lakukan sebagai rutinitas yang kita gunakan untuk menjalankan kehidupan ini, yaitu otak kita sendiri. Kita perlu melakukan manajemen terhadap pola pikir kita yang selam ini kita terapkan, bila memang apa yang kita coba terapkan selama ini menghambat langkah kemajuan kita maka perlu kita lakukan hijrah midset.

Perpindahan atau merubah pola pikir yang selama ini kita gunakan ke pola pikir yang baru dalam rangka melakukan perubahan untuk  menjadi yang lebih baik dimasa mendatang.

Momentum Hijrah Mindset

Tahun baru ini harus dijadikan sebagai momentum untuk melakukan perubahan yang berkelanjutan. Dengan cara melakukan hijrah mindset kita dalam menjalankan kehipan ke depan. Kita harus memantapkan langkah untuk menjadi dan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing dengan landasan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Saat kita sekolah dulu kita sering mendengar istilah perlunya ada keseimbangan antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAQ (Iman dan Taqwa). Dengan demikian kita diharapkan mampu meningkatkan kualitas diri baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Saat memperingati HUT RI ke-74 2019 Pemerintah mengusung tema “ SDM Unggul Indonesia Maju” tema tersebut mengandung makna bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan unggul akan ikut mendukung kemajuan indonesia. Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai kunci keberhasilan kesuksesan indonesia dimasa mendatang.

Selain itu Pemerintah melalui Program Beasiswa 5000 Doktor  dalam dan luar negeri diharapkan lulusan putra putri terbaik bangsa kelak mampu menularkan kesejahtraan kepada bangsa dan masyarakat indonesia.

Hari ini dan kedepan kita berda dalam dunia berbasis digital, kecerdasan buatan, big data, dan sebagainya, dalam rangka menyikapi fenomena tersebut mulai dari pemerintah mau pun lembaga pemerintah non kementrian melakuakn berbagai trobosan untuk mengubah mindset kita semua untuk tidak terlena dalam kemajuan zaman, tapi kita harus menjadi bagian dari pengendali kemajuan tersebut.

Program Transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial yang di gaungkan oleh perpusnas hingga perpustakaan desa juga merupakan salah satu upaya dan tujuan dalam rangka merubah mindset masyarakat melalui leterasi baca.

Kita jadikan peringatan tahun baru islam 1441 Hijrah sebagai momentum yang tepat untuk melakukan hijrah mindset. Sekurang-kurangnya empat hal yang harus dikuasai untuk mampu bersaing dalam revolusi industri yaitu menguasai yang namaya literasi keterbukaan wawasan yaitu literasi data, literasi teknologi, literasi konektivitas dan literasi agama.

***